|
SIRKUIT ANGGAR FEBRUARI 2009 HARI KEDUA Haerullah Terlalu Tangguh, Verdiana Tumbangkan Paulany [JAKARTA] – Pemain anggar nasional, Muhammad Haerullah (Sulsel) masih terlalu tangguh bagi yang lain, sementara di bagian putri, Verdiana Rihandini (Kalbar) berhasil menumbangkan ratu anggar nasional, Paulany Ratu dalam sirkut anggar nasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (22/3) Dalam final nomor degen putra, Haerullah, tidak menemui kesulitan untuk mengalahkan lawannya, Agustinus Manuhutu (Maluku) dengan skor 15-6. Pemain yang pernah masuk dalam daftar peringkat dunia ini, tampaknya terlalu tangguh bagi lawan-lawannya sejak babak pertama. Di babak semifinal Haerullah mengalahkan Rio Cahyadi Fitra (Kalbar) dengan skor 15-11. Juara ketiga masing-masing direbut oleh Cucu Sundara (Jabar), dan Rio Cahyadi Fitra (Kalbar). Sementara di nomor floret putri, Verdiana Rihandini, berhasil menumbangkan ratu anggar Indonesia, Paulany Ratu (Sulut). Dalam final disaksikan sekitar 300 peserta dari seluruh Indonesia ini, Paulaniyyang sudah berusia 33 tahun, kalah fisik melawan juniornya, Verdiana Rihandiri yang lebih muda 25 tahun. Ini adalah kekalahan Lani, panggilan akrab Paulany Ratu yang kedua. Kekalahan pertama diderita oleh Lani pada PON XVII di Samarinda 2008 yang lalu. Juara ketiga masing-masing direbut oleh Cut Risna Arita (NAD), dan Dwi Kusuma Wardani (Lampung). Di nomor sable putra, juara pertama direbut oleh Rully Mauliadhani (Sumsel) setelah di final mengalahkna Rfly Hendra Tarega (Sulut) dengan skor 15-6. Juara ketiga direbut oleh Agista Adhani (Sumsel), dan Jamalludin (Jatim). Tiga nomor lainnya yang digelar Sabtu, hasilnya, Isnawaty Sir Idar dari Sulsel, Dadan Heri (Jabar), dan Diah Permatasari (Jatim) berhasil merebut juara pertama. Isnawaty Sir Idar, di final degen putri, mengalahkan rekan sedaerahnya, Nurul Musfira Amahor dengan skor 15-4. Sebelum mencapai babak final, Isnawati mengalahkan Eka Febrianti (Sumsel) dengan skor 15-6. Juara ketiga degen putri diraih oleh Eka Febrianti (Sumsel), dan Mikasari Mutmainah (Banten). Untuk nomor floret putra, Dadan Heri dari Jawa Barat merebut juara setelah di final mengalahkan rekan sedaerahnya, Ismail Ibnu dengan skor 15 – 8. Juara ketiga ditempati oleh Ricky Hafidz Gunar (Kaltim) dan Ariyanto (Sulsel). Sementara itu di nomor sable putri, Diah Permatasari dari Jatim berhasil merebut juara setelah di final berhasil mengalahkan lawannya Dorry Ardinalia dari Kaltim. Diah Permatasari menyudahi pertandingan final petang itu dengan skor meyakinkan 15-6. Padahal, Diah, Permatasari, (18) pelajar kelas 3 SMA ini belum pernah menang melawan seniornya ini. Di PON XVII Agustus 2008 lalu di Stadion Sempaja, Samarinda, Diah dipaksa hanya mendapatkan medali perunggu, karena di babak semifinal digilas Dorry Ardinalia. Apa sih, rahasianya bisa menang lawan Dorry Ardinalia? “Saya belajar dari kekalahan yang lalu. Latihan terus, akhirnya bisa menang,” tuturnya. Juara ketiga di nomor sable putri diriah oleh Helsa Pratiwi (Sumsel), dan Novi Susanti (Sumsel). Dikutip dari Harian Suara Pembaruan
|